Hari #3

Recovery customer anda yang kecewa.

(Hari Subagya dr buku TIME TO CHANGE In SELLING)

 

 

 

 "If you care at all, you'll get some results. If you care enough, you'll get incredible results." -- Jim Rohn

 Customer anda ada yang kecewa?  Mungkin karena anda ingkar janji, mungkin karena pelayanan anda pas-pasan. Mungkin anda seperti mesin dan tidak pernah “menyentuh hatinya”? Atau anda bahkan pernah berlaku tidak sopan dan benar-benar melukai hatinya.

 

Kalau anda masih ingin bisnis anda berjalan baik, maka anda HARUS melakukan recovery pada pelanggan anda yang kewewa, kalau mereka tidak membeli lagi dari anda, paling tidak mereka tidak akan terlalu bersemangat menjelek-jelekan anda. Pelanggan yang kecewa biasanya selalu memiliki energy untuk “membunuh” anda. Setiap ada kesempatan mereka akan melakukan negative campaign. Otak manusia sungguh ajaib. Tidak akan pernah benar-benar terhapus. Apalagi terhadap hal-hal yang mengecewakan.

 Saya akan tanya pada anda. Jika anda pernah meminjamkan uang pada seseorang dan orang itu belum membayar, walaupun dalam jumlah relatif kecil. APAKAH ANDA SUDAH BENAR BENAR MELUPAKANNYA?

 Ingat baik-baik! Customer anda yang kecewa, juga tidak pernah melupakan anda dan keburukan anda, sampai anda melakukan recovery.

 Anda pasti masih mengingatnya dengan baik. Dan secara diam-diam anda telah mengecapnya sebagai pengemplang. Ingat baik-baik! Customer anda yang kecewa, juga tidak pernah melupakan anda dan keburukan anda, sampai anda melakukan recovery.

 Tidak ada salahnya anda mulai mendekati dan memulihkan hubungan  anda dengan customer anda. RECOVERY. Ya lakukan recovery segera, mungkin anda akan mendapatkan order kembali, atau paling tidak customer anda tidak menyebar “virus negatif” yang menyerang reputasi nama anda dan perusahaan. Eh.. nggak usah gengsi dan malu! Anda harus sangat malu jika anda bersalah, namun tidak minta maaf dan melakukan recovery. Meminta maaf disaat salah adalah sesuatu yang sangat mulia.

 Ambilah hati cutomer anda, karena pada hakekatnya customer andalah yang membayar gaji anda, bukan boss atau pemilik perusahaan. Customer anda wajib anda sayangi sekaligus anda hormati. Jika anda melakukan kesalahan, maka sekarang waktunya

anda melakukan “pengobatan” kepada cutomer-customer anda yang terluka.

Untuk melakukan recovery bisa dengan cara:

·        Minta Maaf dan Memberi sesuatu

·        Mengirim surat atau mendatanginya

·        Menyelesaikan masalah yang tertunda dan service yang lebih baik

·        Dan anda bisa memberi surprise-surprise yang anda rencanakan.

 Ingat orang tidak akan pernah berhenti membicarakan kejelekan seseorang sampai kapanpun. Customer anda yang kecewa satu saja, itu berarti sudah terlalu banyak. Mencari satu customer membutuhkan waktu yang lama sedang kehilangan ribuan customer bisa hanya dalam beberapa menit saja.

 Banyak sekali perusahaan yang meresikokan usahanya dengan merekrut sales yang asal-asalan. Tidak ada standard, tidak ada

pelatihan yang memadahi dan tidak ada pembekalan yang baik. Memang kebanyakan sales akan diberi insentif/komisi/bonus berdasarkan penjualannya, dan tampaknya tidak memiliki resiko yang besar untuk sebuah perusahaan. INI SALAH FATAL.

 Bagaimana jika seorang sales melakukan kesalahan dan merusak customer yang sudah loyal? Bagamana bila mereka mengecewakannya? Anda akan mulai dari minus. Bagaimana bila anda sendiri sebagai salesnya? Reputasi anda akan kurang baik. Bekalilah pengetahuan yang memadahi untuk melakukan aktivitas yang sering disebut-sebut sebagai ujung tombak perusahaan, sebagai duta perusahaan, sebagai “citra” perusahaan.

 Ingat! Sebesar apapun perusahaan anda atau organisasi anda, pada akhirnya akan mengerucut pada satu orang bertemu dengan satu orang. Bekali baik-baik ujung tombak perusahaan anda, atau anda sendiri bila anda sebagai sales dengan pengetahuan yang cukup, sikap mental yang baik dan motivasi yang tinggi.

 Bangunlah citra yang positive dan bila hal buruk terpaksa terjadi atau anda lakukan maka anda harus melakukan recovery secara terencana, perusahaan anda harus melakukan recovery secara komprehensif. Jika perlu seluruh team anda harus mengembalikan ke titik semula atau bahkan ketitik yang lebih baik. Lebih loyal, lebih intent, lebih banyak melakukan bisnis dengan usaha anda.

 

Memiliki standard dalam melakukan penjualan juga sangat bagus, sehingga siapapun yang mengerjakan akan menghasilkan standard pelayanan yang sama. Sering kita menemui seorang sales yang bekerja dan menjual sesuai style-nya masing-masing. Hal ini sangat sulit, walaupun style itu positif. Yang lebih tepat adalah perusahaan anda harus memiliki system yang standard. Tidak lebih tidak kurang, sehingga ini merupakan garansi pelayanan dari bisnis anda.

 

Mari kita ambil contoh beberapa restaurant cepat saji. Mereka bisa menjadi besar dan dengan standard pelayanan yang sama, dilakukan oleh siapapun. Hasil pelayanannya akan menghasilkan output yang

sama. Bayangkan misalnya anda pergi ke McDonald, ada yang melayani anda di depan counter, kemudian ada yang menyuruh konsumen lain menunggu di kursi dengan pelayanan istimewa, atau goreng kentangnya bisa pesan setengah matang. Sangat repot bukan? Sangat membuat beberapa orang merasa dilayani kurang baik , memunculkan begitu banyak konflik, ketengangan-ketegangan internal juga akan bermunculan. Anda membutuhkan system baku. Anda butuh menyusun skenario dalam bisnis anda.

 Positif Skenario.

 Sebuah sckenario benar-benar sangat penting dalam setiap kegiatan. Apapun itu. Film butuh skenario, Kampanye butuh skenario, Seminar butuh skenario, membuka usaha butuh skenario. Dan jangan lupa! Dalam berjualan juga butuh SKENARIO.

 Apakah anda sudah menyiapkan skenario untuk menjalankan business anda?

 Atau berjalan apa adanya? Lihatlah mereka yang berbelanja di Hypermartket! Mereka berbelanja sesuai dengan skenario yang dibuat. Mengambil Troly, memasukan barang-barang, bergerak menuju kasir dan membayar, kemudian membawa troly ke tempat parkir dan memasukan barang belanjaan ke mobil, meninggalkan troly begitu saja, kemudian petugas mengumpulkan dan membawanya kembali ke tempat semula.

Apa anda mengira beberapa mainan anak yang ada didekat kasir sebuah supermarket sebuah kejadian yang begitu saja?

Jika anda mampu membuat skenario yang menarik, maka sales anda bisa sangat meledak. Apa anda mengira beberapa mainan anak yang ada didekat kasir sebuah supermarket sebuah kejadian yang begitu saja? Oh tentu bukan. Semua adalah rentetan sebuah skenario.

Besar maupun kecil usaha anda, anda harus membuat skenario perjalanan usaha anda. Skenario Proses penjualan anda. Skenario-Skenario ini justru menjadi hal penting dan bisa menjadi daya tarik tersendiri. Semakin kreatif skenario anda, maka semakin menyenangkan bagi konsumen anda.

Misalnya saja anda memiliki toko hiasan dinding atau hiasan bunga kering. Anda memiliki bermacam-macam barang dagangan. Mulai dari pot bunga, Rangkaian bunga, Kerajinan kerang hingga patung-patung yang menarik. Anda bisa buat skenario: Mempersilahkan pengunjuang, membiarkan beberapa menit untuk mengamati dagangan anda, Menjawab pertanyaan bila diperlukan dan memfokuskan deal untuk barang barang yang diminati, mengucapkan terima kasih atas kunjunagannya.

Tergantung dari bisnis yang anda miliki, maka anda bisa menerapkan skenario yang paling tepat dan menggiring konsumen anda dengan nyaman untuk closing sales/membeli.

Skenario memulihkan pelanggan yang kecewa juga harus anda siapkan. Anda bisa lihat beberapa lembaga perbankan sudah melakukan. Misalanya saja ada kesalahan tagihan kartu kredit, mereka sudah menyiapakan skenario, surat permintaan maaf, level manager atau supervisor yang harus menelpon, hingga souvenir kecil yang harus dikirim sebagai tanda permintaan maaf. Follow-up saat tagihan sudah kembali normal.

Ok! Sekarang saatnya anda menyiapkan skenario bisnis anda. Buatlah hubungan anda  dengan customer menjadi baik dan sangat baik. Saatnya berubah. Customer adalah urutan pertama yang harus disayang dalam sebuah bisnis, karena merekalah yang membiayai seluruh aktivitas bisnis anda, termasuk kesejahteraan karyawan dan keluarga anda.

 Relationships are the key to success in sales. Many sales people have strong selling skills, but continually lose to competitors because of a failure to establish real relationships with their prospects. They have the right product, the right opportunity and the right price, but they lose to the competitor with the right relationship” --Roger Reece


 

Ingin Beli Ebook Komplitnya silahkan

http://www.harisubagya.com/ttcinsellingebook.html